Padamu Negeri

Sabtu, 18 Oktober 2014

Tim Management Sekolah



TUGAS GURU SEBAGAI TIM MANAJAMEN SEKOLAH 
TAHUN PELAJARAN 2014 - 2015

Konsep Sekolah Adiwiyata


Deputi VI Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Ilyas Asad, MP menyebutkan bahwa program sekolah Adiwiyata sebagai salah satu bentuk pendidikan lingkungan hidup melalui jalur sekolah seyogyanya terus dikembangkan agar menjangkau sekolah-sekolah yang ada di pelosok. Karena itu ke depan pola seleksi Adiwiyata sedapat mungkin secara berjenjang. Artinya, perlu diadakan sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi, dan terakhit tingkat Nasional. Namun apa sebenarnya sekolah Adiwiyata tersebut, berikut kita urai lebih lanjut.

Jumat, 10 Oktober 2014

EVALUASI DIRI SEKOLAH ( EDS )

EDS  sering kali di dengungkan, di seminarkan, di jilid tebal-tebal, rapi dan  sangat membanggakan.. Teori dasar untuk pengembangan sekolah agar menjadi Sekolah yang menghasilkan Lulusan Anak Didik yang baik dan membanggakan. 
Tapi apa..?
Niatan yang baik  akan menjadi sia-sia tanpa ada tindakan.

SAATNYA EVALUASI DIRI DILAKUKAN
1. Mengapa Siswa turun dratis hingga 100
2. Mengapa perilaku Siswa sulit dikendalikan
3. Mengapa dan banyak mengapa yang perlu di jawab  dan di ambil tindakan...


Senin, 29 September 2014

PERAN SEORANG PEMIMPIN

Fungsi dan peran seorang pemimpin


Jokowi Pemimpin Merakyat dan sederhana
Dalam membicarakan peranan kepemimpinan, telah ada berbagai teori atau pendekatan seperti, teori sifat, teori perilaku dan kontingensi. Teori-teori tersebut pada prinsipnya mengungkapkan pendapat bagaimana seorang pemimpin berhasil menggerakan bawahan, yang ditinjau dari sudut pandangan mereka yang berbeda satu sama lain.

Minggu, 22 Juni 2014

INFO PPDB ( PENERIMAAN SISWA BARU 2014 )

INFO PPDB 
( PENERIMAAN SISWA BARU 2014 )

  • PENDAFTARAN  DIMULAI 
            TANGGAL  : 1 S/D 7 JULI 2014
            WAKTU      : 08.00 S/D 12.00 WIB
            TEMPAT     : DI SMPN 1 POHJENTREK
  • SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN 
  1. Mengisi Formulir Pendaftaran
  2. Menyerahkan Foto copi SKHU asli 
  3. Menyerahkan Foto copi Ijazah SD/MI  dilegalisir  3 lbr
  4. Menyerahkan Piagam BTQ
  5. Menyerahkan Piagam bila ada minimal tingkat kecamatan
  6. Pas Foto hitam putih 3 lembar
  7. Foto copi NISN 2 lbr
  8. Foto copi Akte Kelahiran 2 lembar
  9. Foto copi KK 2 lbr
  10.  Foto kopi Raport kelas IV dan V ( asli di bawa )
  •  PENGUMUMAN
        Hari/Tanggal      : Selasa / 08 Juli 2014
       Waktu                :  10.00 WIB
        Tempat              : SMPN 1 Pohjentrek
  • DAFTAR ULANG BAGI YANG DI TERIMA
       Hari/Tanggal      : kamis s/d Selasa / 10 s/d 11 Juli 2014        Waktu                :  08.00 s/d 12.00 WIB
        Tempat              : SMPN 1 Pohjentrek

 

          

Senin, 03 Februari 2014

Menuju Adiwiyata 2014

Drs. Heru Santosa, Kepala Sekolah Baru di SMPN 1 Pohjentrek Mengawali 2014 dengan Program Prioritas SUKSES MENJADI ADIWIYATA NASIONAL.
 Perubahan pada fisik sekolah di awali dengan Gerakan 1000 Pohon, Penambahan Fasilitas tempat duduk di taman dan Pembenahan serta pengecatan Gedung dan kelas.
Terbentuknya Pokja Adiwiyata yang di bidani oleh Ketua ADIWIYATA Ida Setyawati, S.Pd dan Pembentukan BANK SAMPAH yang sudah beroperasi sejak Januari 2014. akan mengubah karakter baik siswa maupun penddik di lingkungan SMP Pohjentrek. ADIWIYATA BUKAN LOMBA sehingga tidak ada kata kalah atau menang.  Perubahan pola pikir dan menjadikan budaya bersih dan sehat bukan hal yang mudah.  Semua komponen harus mendukung agar program-program adiwiyata bisa terlaksana. 

Minggu, 09 Juni 2013

Terima kasih Bu Anastasia.



Terima kasih dan TERIMA KASIH, hanya itu yang bisa kami ucapkan. atas semua peran dan pengabdian IBU ANASTASIA selama menjadi Kepala Sekolah di SMPN 1 Pohjentrek ini. 
Selama Periode tahun 2007 s/d 2013 banyak sekali perubahan yang telah kami rasakan. Penataan lingkungan yang semakin Asri dan bersih, serta perkembangan fasiltas yang semakin baik. 

SELAMAT JALAN, SEMOGA SEMUA PENGABDIAN MENJADI CATATAN YANG BAIK DIHADAPAN TUHAN YANG MAHA ESA. DAN MENJADI TITIK TOLAK KESUKSESAN YANG LEBIH DI MASA DEPAN.  AMIN....

Minggu, 31 Maret 2013

ADIWIYATA


Tentang Adiwiyata

Pendidikan Lingkungan Hidup  di Indonesia telah diupayakan oleh berbagai pihak sejak awal tahun 1970-an. Selama ini, pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup dilakukan oleh masing-masing pelaku pendidikan lingkungan hidup  secara terpisah. Dewasa ini, disadari bahwa berbagai upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam pendidikan lingkungan hidup perlu dicermati oleh seluruh pemangku kepentingan agar efektivitas pengembangan pendidikan lingkungan hidup menjadi lebih terencana, konsisten dan terstruktur. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada tahun 2006 mencanangkan Program ADIWIYTA sebagai tindak lanjut dari MoU pada tgl 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional.Kata ADIWIYATA berasal dari 2 kata Sansekerta “ADI” dan “WIYATA”. ADI mempunyai makna besar, agung, baik, ideal, atau sempurna. WIYATA mempunyia makna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Bila kedua kata tersebut digabung, maka secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai makana : Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidp kita dan menuju kepada cita-ciat pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata merupakan  salah satu dari Program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelstarian Lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.Program Adiwiyata bertujuan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar dapat menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan karyawan sekolah) yang diwujudkan dalam :
a.    Pengembangan Kebijakan Sekolah peduli dan berbudaya Lingkungan
b.    Pengembangan Kurikulum berbasis Lingkungan
c.    Pengembangan Kegiatan Lingkungan berbasis partisipatif
d.    Pengembangan dan pengelolaan sarana pendukung sekolah berbudaya Lingkungan. Misalnya : Hemat Energi/penggunaan energi alternative, penghematan air, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (reduse, reuse, recyle)   

Keuntungan dalam mengikuti Program Adiwiyata antara lain adalah : · Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya  ·  Meningkatkan penghematan sumbe dana melalui pengurangan konsumsi berbagai  sumber daya dan energi.  ·   Menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar  ·    Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah.

Sabtu, 18 Agustus 2012

MEMUPUK NASIONALISME

Upacara Bendera, Upaya Menumbuhkan Semangat Nasionalisme

Upacara Bendera di sekolah adalah kegiatan pengibaran atau penurunan bendera Kebangsaan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada saat-saat tertentu atau saat yang telah ditentukan misalnya pelaksanaan upacara bendera di sekolah pada umumnya dilaksanakan setiap pagi pada hari senin, merupakan salah satu bagian mata pelajaran di setiap sekolah. Upacara bendera pada hari senin juga menjadi kewajiban yang harus di laksanakan tiap sekolah atau madrasah di indonesia, selain untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan kepada siswa, upacara bendera juga menjadi tolak ukur kedisiplinan semua warga sekolah, khususnya para siswa. Banyak pesan moral yang terkandung dalam pelaksanan upacara di sekolah, salah satu diantaranya adalah rasa nasionalisme atau cinta terhadap bangsa Indonesia.
Salah satu nilai luhur yang terkandung dari setiap pelaksanaan upacara bendera yaitu penghormatan kepada Bendera Merah Putih, sebagai simbol martabat bangsa. Dimana para calon penerus bangsa di bekali dengan kecintaan nya terhadap bangsa dan negara indonesia yang di mulai dari pendidikan taman kanak – kanak. Kecintaan terhadap bangsa paling tidak telah di tanamkan lebih dari 10 tahun di bangku sekolah, cinta terhadap bangsa bukan saja kita harus berperang melawan para penjajah, salah satu bukti yang nyata sekarang adalah melaksanakan upacar bendera secara khidmat sebagai salah satu kecintaan kita terhadap bangsa dan.
Secara teoritis upacara bendera merupakan kegiatan yang mencerminkan adanya rasa nasionalisme, karena melalui kegiatan upacara tersebut berbagai hal dapat dicapai. Sikap disiplin, kesegaran jasmani dan rohani, keterampilan gerak keterampilan memimpin dan pengembangan sifat kebangsaan, cinta tanah air, semangat nasionalisme, patriotisme dan idealisme serta meningkatkan peran siswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, apabila upacara tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat. Karena upacara salah satu cermin kegiatanyang menimbulkan rasa nasionalisme, secara kongkrit pada tanggal 17 Agustus 1945 di proklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia pertama kali dikibarkannya bendera Sang Merah Putih melalui kegiatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Artinya upacara mempunyai peran yang sangat penting karena melihat pada sejarah para pahlawan yang telah merebut bangsa Indonesia dari tangan para penjajah kurang lebih tiga abad setengah. Sekarang para pelajar khususnya untuk mengisi kemerdekaan dengan cara melaksanakan yang diatas sebagai bentuk penghargaan kepada jasa pahlawan dan ekspresi cinta pada bangsa.



Namun ironisnya, masih banyak sekali permasalahan di indonesia yang berawal dari kerusakan moral anak bangsa yang berdampak memperburuk Citra bangsa indonesia. Seharusnya ini tidak akan terjadi apabila rasa Nasionalisme tertanam dengan baik di jiwa semua bangsa indonesia.
Bukanlah kesalahan dari makna pelaksaan upacara, namun dengan pelaksaan upacara bendera di setiap sekolah, diharapkan dapat lebih menumbuhkan rasa nasionalisme para calon penerus bangsa, sehingga generasi mendatang dapat lebih mengerti tentang sikap dan sifat luhur berbangsa dan bernegara.
Upacara Bendera pada hari senin di setiap sekolah seharusnya lebih menekankan pesan pesan moral tentang sifat dan sikap luhur berbangsa dan bernegara. Sambutan yang di berikan oleh pembina upacara seharusnya juga lebih bersifat kepada pendidikan moral yang berasaskan pancasila. Paling tidak para siswa dapat mengetahui tentang makna pelaksaan upacara, sehingga rasa Nasionalisme terhadap sebuah bangsa dapat tertanam melalui pelaksaan upacara bendera. Dan pelaksanaan upacara akan sampai pada tujuan awalnya, yaitu sarana menanamkan rasa persatuan, kesatuan bangsa, serta menumbuhkan rasa Nasionalisme berbangsa dan bernegara.